BPPT bentuk forum komunikasi bisnis teknologi Pati

Bandarlampung, 15/5 (Antara) – Balai Besar Teknologi Pati, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi membentuk Forum Komunikasi Temu Bisnis Pelaku Usaha dan Ahli Teknologi Pati (forPati), guna mempermudah akses informasi dan komunikasi di antara mereka.

“Kami juga akan bersinergitas dengan ahli teknologi pati di lembaga litbang dan perguruan tinggi untuk mempercepat hilirisasi pemanfaatan teknologi ke industri, serta memperkuat jaringan bisnis,” kata Kepala Balai Besar Teknologi Pati, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Aton Yulianto, di Gedung Pusat Informasi Bisnis Teknologi dan Techno Park, disela focus group discussion bertema “Sinergi Pelaku Usaha dan Ahli Teknologi Pati”, di Bandarlampung, Selasa.

Ia menyebutkan, akses informasi, komunikasi, dan diskusi antaranggota forPati dapat dilakukan melalui website www.forpati.com.

Website tersebut, lanjutnya, berisi berbagai informasi terkini sebagai hasil inovasi teknologi, dan perkembangan hasil riset tentang ubi kayu dan pati ubi kayu, serta forum yang memungkinkan anggota forPati untuk berdiskusi dan jual beli.

Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi Soni Solistia Wirawan dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa para pelaku bisnis dan usaha memerlukan wadah untuk membicarakan di forum mereka untuk memecahkan masalah terkait sumber daya alam yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Lampung memiliki sumber daya alam yang potensial, contohnya ubi kayu namun belum dimanfaatkan secara optimal,” kata dia.

Menurutnya, untuk memaksimalkan potensi tersebut secara optimal terkait teknologi dan pengembangannya BPPT siap membantu termasuk perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

“Kami bisa membantu pihak swasta untuk pengembangan teknologi serta dapat bekerjasama lainnya. Pihak swasta kan tak banyak waktu sehingga dalam forum komunikasi bisa disampaikan permasalahnnya,” ujar dia lagi.

Terkait permasalahan seputar harga komoditas misalnya, lanjut Soni, dalam forum komunikasi tersebut dapat dibicarakan karena anggotanya ada pemerintah daerah, asosiasi, perguruan tinggi, lembaga riset, BPPT, dan lain-lain.

Kepala Balitbangda Provinsi Lampung Mulyadi Irsan mengatakan pihaknya sangat mendukung forum komunikasi yang dibentuk tersebut terutama hasil riset dan produk-produk teknologi.

“Lampung memiliki banyak sumber daya alam tapi belum mampu untuk mensejahterakan rakyat. Forum itu terdapat aktor-aktornya, yakni swasta, BPPT yang dekat dengan teknologi, perguran tinggi serta pemerintah daerah,” lanjutnya.

Ia mengharapkan dalam forum tersebut dapat terjalin sinergitas antarmereka sehingga dapat terlihat siapa berbuat apa.

“Pemerintah daerah dalam hal ini mendukung untuk penguatan regulasinya,” tambahnya.

Pada kegiatan focus group discussion bertema “Sinergi Pelaku Usaha dan Ahli Teknologi Pati” mengahdirkan sejumlah pembicara itu, diakhiri dengan temu bisnis yang menampilkan hasl riset dan produk-produk teknologi dari lembaga Litbangyasa dan perguruan tinggi.

BPPT memaparkan tentang teknologi produk hilir pati ubi kayu, LIPI teknologi pembibitan ubi kayu, Institut Pertanian Bogor tentang teknologi pengolahan sumber daya pati serta Balai Riset dan Standarisasi Industri Bandarlampung tentang teknologi pengembangan produk olahan pati, serta sejumlah perguruan tinggi di Lampung juga memaparkan teknologi pati.

50 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar